5 Penyair Indonesia dan Puisi-Puisinya yang Menyentuh Kalbu

Cobalah membaca puisi-puisi para penyair berikut ini, niscaya kamu akan mendapatkan inspirasi kalbu~

Melihat besarnya animo #SobatInovasee pada quotes yang muncul di fanpage Facebook kami, rasanya kita sepakat bahwa kalian adalah orang-orang yang menyukai kalimat-kalimat inspiratif, sarat motivasi dan tentunya puitis.

Harus diakui, penggunaan bahasa Indonesia yang indah dan manis memang bisa membangkitkan perasaan haru tersendiri di dalam hati. Oleh karenanya, kali ini kami ingin mencoba memperkenalkan sejumlah nama penyair Indonesia yang punya puisi-puisi indah nan inspiratif untuk kalian ketahui. Semoga bisa menjadi penawar dahaga akan rasa haus teman-teman semua pada quotes yang sering kami tampilkan, ya!

1. Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono (brilio.net)

Rasanya pantang membicarakan puisi dari penyair Indonesia tanpa menyantumkan nama beliau di dalam daftar penyair yang wajib kita kenal. Mantan guru besar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia ini dikenal sangat produktif, bahkan di usia senjanya. Salah satu karyanya yang monumental adalah puisi berjudul ‘Aku Ingin’ (1989) yang pasti sering kita jumpai di pembuka undangan pernikahan.

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada” 

2. Joko Pinurbo

Joko Pinurbo (haripuisi.com)

Nama gaek lain yang tak kalah tenarnya dengan Sapardi Djoko Damono adalah Joko Pinurbo (biasa disapa dengan Jokpin). Namun berbeda dengan kebanyakan penyair lainnya, Jokpin kerap kali menuliskan tema puisi yang nyeleneh dengan gaya bercerita. Meski begitu, tetap saja ia mampu melahirkan puisi yang romantis dan menyejukkan seperti dalam Pacar Senja (2003) berikut ini:

 

Cinta seperti penyair berdarah dingin

yang pandai menorehkan luka.

Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya.

3. Remy Silado

Remy Sylado (Youtube)

Penyair, penulis sekaligus seniman serba bisa bernama asli Yapi Tambayong ini punya ciri khas di dalam karya-karyanya berupa kata arkais atau kata lama dan bentuknya yang terkesan jenaka. Pria yang masih setia menulis dengan menggunakan mesin tik ini bahkan mampu membuatmu tersindir malu karena membaca puisinya. Tak percaya? Coba baca Menyingkat Kata yang ditulis Remy pada tahun 2004 ini:

 

karena

kita orang Indonesia

suka

menyingkat kata wr. wb.

maka

rahmat dan berkah ilahi

pun

menjadi singkat

dan tidak utuh buat kita.

4. Aan Mansyur

Aan Mansyur (idntimes.com)

Nama Aan Mansyur cukup populer di kalangan remaja masa kini. Tak heran, sebab karya puisinya turut menghiasi layar lebar dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Pria yang mengenakan nama pena @hurufkecil di media sosial ini memang seorang penulis kawakan yang tak hanya pandai menulis puisi, namun juga novel dan cerita pendek.

Tidak Ada New York Hari Ini (2016)

Tidak ada New York hari ini.

Tidak ada New York kemarin.

Aku sendiri dan tidak berada di sini.

Semua orang adalah orang lain.

 

Bahasa ibu adalah kamar tidurku.

Kupeluk tubuh sendiri.

Dan cinta-kau tak ingin aku mematikan mata lampu.

Jendela terbuka dan masa lampau memasukiku sebagai angin.

Meriang. Meriang. Aku meriang.

Kau yang panas di kening. Kau yang dingin dikenang.

5. Adimas Immanuel

Adimas Immanuel (Youtube)

Nama Adimas Immanue mungkin masih belum sebesar empat nama lain yang sudah disebutkan di atas. Maklum, ia adalah penyair yang masih berusia belia. Namun jangan salah, buah pikirannya yang disampaikan melalui sajak-sajak puisi amat layak untuk diapresiasi. Seperti dalam puisi berjudul Kerentaan Waktu (2014) berikut ini:

 

Dalam sakit dan sembuhku

terselip bayang pucat wajah

dan gemetar biru bibirmu,

ia membawa kabut ingatan

masuk dan luruh ke seluruh tubuh.

Sebab cinta seperti serbuk obat

yang hampir kadaluwarsa

dan menggerus kesadaran kita

hingga berlupa menghitung kini.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *