5 Hal Ini Lebih Penting dari Politik, Jangan Sampai Dirusak Hanya Karena Beda Pilihan

Jangan rusak 5 hal ini hanya beda pilihan partai politik~

Mendekati masa pemilu, biasanya semakin banyak narasi-narasi kampanye baik dari tim sukses, partisipan, maupun masyarakat awam yang terlanjur fanatik dengan pilihannya.

Sayangnya, sering kali pesta demokrasi ini tidak mencerminkan kebahagiaan. Justru pesta yang seharusnya dirayakan dengan penuh suka cita, kadang diwarnai dengan hujatan, kampanye hitam, sampai adu otot.

Yang perlu diingat, memilih calon pasangan pilihan merupakan hak individu. Jika kamu sudah yakin pilihanmu terbaik, mungkin lebih bijak tidak perlu menjelek-jelekkan calon lawan. Sebab, hal itu justru bisa menimbulkan perselisihan.

Sehebat apapun pilihanmu, pemilihan umum tetaplah sebuah pesta politik. Yang mana untung rugi dari pesta ini, para elitlah yang menikmati. Rakyat biasa hanya dijadikan “tim hore” saat masa kampanye saja.

Jadi, sangan sampai kamu merusak 5 hal ini demi pemilihan umum yang merupakan komoditi para elti politik.

1. Jangan rusak hubungan keluarga hanya karena beda pilihan partai

Masih ingat dengan lirik soundtrack keluarga cemara? “Harta yang paling berharga, adalah keluarga”. Yah, keluarga merupakan harta paling berharga bagi manusia. Disanalah kita disambut saat lahir, dan ditangisi saat meninggal nanti.

Jangan rusak hubungan keluarga hanya karena beda pilihan politik (liputan6.com)

Artinya, hubungan keluarga lebih penting di atas persoalan duniawi lainnya. Jangan sampai hanya beda persoalan pilihan partai, lalu antar kerabat saling diam-diaman, saling musuh-memusuhi, apalagi sampai memutus silaturahmi.

2. Hubungan persahabatan lebih penting dibandingkan persoalan politik yang dimainkan elit

Hubungan lainnya yang tidak kalah penting ialah hubungan persahabatan. Kadang, sebagai mahluk sosial kita perlu butuh sahabat untuk menemani hari-hari kita. Sayangnya, tidak sedikit hubungan persahabatan menjadi renggang hanya gara-gara persoalan perbedaan politik.

Jangan rusak persahabatan hanya karena beda pilihan politik (cdn.jewishboston.com)

Padahal, jika kita mau berfikir jernih, selama ini saat kita membutuhkan bantuan dan nasihat, kita kerap memintanya kepada sahabat. Bukan kepada Capres atau Caleg pilihanmu yang mendadak ramah terhadap rakyat saat mendekati masa pemilihan.

3. Hubungan kamu dan pasanganmu lebih penting dibandingkan urusan politik

Bagi yang sudah berumah tangga, suamimu atau istrimu tentu jauh lebih penting dibandingkan urusan politik. Artinya, jikapun kamu dan pasanganmu berbeda pilihan, hubungan rumah tangga yang berjalan seharusnya dalam kondisi normal dan tetap harmonis.

Putus gara-gara beda pilihan partai (suara.com)

Jangan sampai karena perbedaan pilihan, lalu antara suami istri saling diem-dieman. Pun dengan yang sedang menuju ke hubungan yang halal. Ingat, dia yang kamu pilih sebagai pasangan hidupmu, akan mendampingimu seumur hidupmu. Sedangkan dia yang kamu pilih jadi presidenmu, hanya akan memimpinmu selama 5 tahun.

Silahkan mau prioritaskan yang mana. Yang mendampingimu seumur hidup, atau yang hanya akan menjadi pemimpinmu selama 5 tahun saja?

4. Hubungan kerja lebih penting dibandingkan urusan politik

Pekerjaanmu lebih penting dibandingkan politik (Via fastcompany.net).

Jika kamu berbeda pilihan Capres dengan rekan kerja atau atasanmu, anggaplah hal itu bentuk dari keberagaman di tempat kerjamu. Jangan jadikan hal itu masalah yang lebih penting dari pekerjaanmu. Sebab, siapapun presidennya, kalau kamu tidak bekerja, ya bakalan akan mengalami kesusahan ekonomi dalam hidupmu.

5. Kerukunan masyarakat lebih penting dibandingkan urusan politik

Urusan politik ialah urusan perebutan kekuasaan. Jika ada yang mengatakan hal itu perjuangan membela kesejahteraan rakyat, itu merupakan semboyan kampanye saja yang bisa dilupakan pada akhirnya.

Artinya, saat kita ngotot fanatik terhadap pilihan kita, pada intinya kita menginginkan dia menjadi pemimpin. Persoalan nanti dia baik atau tidak saat memimpin, itu urusan nanti.

Kerukunan umat (Via kemenag.go.id)

Nah, jika urusan politik merupakan urusan segelintir kelompok yang rebutan kekuasaan, tidak seharusnya hal itu mengorbankan kerukunan masyarakat yang sudah dibangun sejak dulu kala oleh para nenek dan kakek kita.

Jangan sampai norma-norma yang sudah dibangun dan membudaya harus hancur hanya karena persoalan politik. Artinya, meskipun dalam satu komplekmu terdapat perbedaan pilihan partai, tidak seharusnya hal itu membuat gotong royong, kerja bakti dan kegiatan sosial lainnya menjadi hilang.

Kerukunan masyarakat lebiih utama

Sebagai warga negara yang baik memang kita harus memberikan hak suara pada pemilihan umum. Namun sebagai manusia yang baik, menjaga hubungan antar manusia agar tetap harmonis lebih penting dari segalanya.

 

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *