Mulai dari Bobol Keamanan Microsoft Hingga Buat Medsos Khusus Anak, Inilah 5 Hacker Cilik yang Luar Biasa

Ingat, hacker beda dengan cracker ya!

Setiap mendengar kata ‘hacker‘, masih banyak orang yang salah mengartikannya sebagai ‘cracker‘. Jika selama ini kamu berpikir bahwa hacker adalah mereka yang senang meretas sistem di internet untuk kepentingan pribadin atau tujuan jahat lainnya, maka kamu kurang tepat. Definisi tadi lebih tepat ditujukan untuk para cracker, orang yang melakukan pencurian data, menghapus data, merusak data dan hal lain yang merugikan melalui sistem internet atau komputer.

Sedangkan hacker adalah mereka yang bekerja untuk mencari kelemahan sebuah sistem dalam komputer, namun kemudian memberikan gagasan baru sehingga sistem tersebut akan aman terhadap gangguan dari luar. Meski rumit, ternyata tak semua hacker adalah orang dewasa yang sudah memiliki pengetahuan matang di bidang tersebut. Lima bocah cilik berikut ini contohnya:

1.  Kristoffer Von Hassel

Sistem keamanan Microsoft jebol oleh bocah 5 tahun (abclocal.go.com)

Pada tahun 2014 silam, seorang bocah 5 tahun asal San Diego, Amerika Serikat ramai jadi perbincangan karena berhasil menerobos sistem keamanan Microsoft. Hasilnya, ia bisa mengakses video game yang dikunci oleh sistem Microsoft pada Xbox milik ayahnya. Mengetahui hal tersebut, sang ayah pun segera melaporkannya pada Microsoft dan segera ditanggapi dengan memperbaiki sistem keamanan mereka.

2. Steven Gonzales Jr.

Meski divonis berumur pendek, namun Steven tidak menyerah dan bahkan sempat membuat game sendiri (Rosie Gonzalez)

Usianya baru masuk 12 tahun ketika Steven divonis menderita penyakin Myleogenous Leukimia yang mematikan. Meski dokter sudah menyatakan bahwa Steven tidak akan lama lagi hidup di dunia, namun Steven tidak gentar dan bisa melewati masa kritis dalam 100 hari. Hebatnya lagi, Steven bahkan mampu menciptakan sebuah game bernama ‘Play Against Cancer’ yang bercerita tentang perjuangan seorang superhero melawan sel kanker yang digambarkan sebagai monster hijau.

3. Zora Ball

Zora membuat aplikasi ‘Ball’ yang bagus untuk melatih kemampuan matematis anak (huffington post)

Mungkin, Zora adalah pembuat aplikasi termuda di dunia hingga saat ini. Meski ia baru berusia 7 tahun pada 2012 silam, namun ia turut diundang untuk berpartisipasi dalam acara komunitas pengembang aplikasi bermana FATE Bootsrap Expo dari University of Pennsylvania yang sebenarnya ditujukan bagi anak berusia 12 tahun. Tidak mengherankan sebenarnya jika melihat rekam jejak Zora yang pernah membuat aplikasi bernama ‘ball‘ yang berguna untuk meningkatkan kemampuan matematis anak di usia 7-12 tahun.

4. Santiago Gonzales

Santiago Gonzales berhasil membuat 15 aplikasi untuk iOS ketika berusia 14 tahun (warosu.org)

Ketika memasuki usia 14 tahun, Santiago telah berhasil menciptakan 15 aplikasi untuk perangkat iOS, mulai dari game ‘Super Slide Puzzle’ hingga aplikasi edukasi ‘Space Solar System’ yang populer digunakan oleh anak seusianya.

5. Zach Marks

Inilah sosok dibalik Grom Social (huffington post)

Media sosial macam Facebook, Instagram, dan sejenisnya memang belum tepat untuk digunakan oleh anak-anak. Namun melalui ‘Grom Social’, anak-anak bisa mempunyai media sosial yang sesuai dengan usia mereka. Uniknya, media sosial yang punya fitur menarik macam game, entertainment dan health and fitness ini diciptakan oleh seorang bocah bernama Zach Marks! Grom Social juga dilengakapi oleh forum anti kekerasan, penyalahgunaan narkoba dan anti rokok sehingga mampu menarik minat anak-anak dan orang tua yang peduli pada dunia seputar anak.

Tulis Komentarmu
Dozan Alfian

Written by Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Kisah Perjuangan Seorang Ayah yang Rela Membelah Bukit Demi Anak Bisa Sekolah

Meski Seringkali Dikeluhkan Wanita, Ternyata Punya Paha Besar Itu Lebih Sehat Loh!