Orang Jawa Berbanggalah! Ini 5 Fakta Tentang Bahasa Jawa yang Sangat Mengagumkan

Kowe kudu bangga dadi wong Jowo!

Indonesia terdiri dari ratusan hingga ribuan suku dan bahasa, salah satunya adalah bahasa Jawa. Bahasa Jawa menjadi salah sau bahasa yang paling banyak digunakan di Indonesia. Bahkan, bahasa Jawa masuk peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Bukan tanpa alasan sih, mengingat penduduk Jawa sendiri menjadi yang paling padat di Indonesia. Belum lagi suku Jawa beserta keturunannya yang tinggal di luar negeri. Nggak cuma di pulau Jawa, kamu bahkan bisa menemukan bahasa Jawa di Sumatera, Kalimantan hingga Papua. Bangga? Haruslah!

Baca juga : Nggak Cuma Indonesia, Bahasa Jawa Juga Digunakan 6 Negara Ini Untuk Percakapan Sehari-hari

fakta bahasa jawa (youtube.com)

Sebagai bahasa daerah, perkembangan bahasa Jawa bisa dibilang sangat signifikan. Tak hanya diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia, bahasa Jawa juga menjadi mata pelajaran di beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Australia, bahkan ada juga di negara lainnya. Tak hanya itu, masih banyak fakta-fakta tentang bahasa Jawa yang bisa bikin kamu makin bangga sebagai orang Jawa. Berikut ini ada 5 fakta bahasa Jawa yang wajib kamu ketahui.

1. Banyak digunakan, bahkan hingga luar negeri

Pada tahun 2013 saja, bahasa Jawa menjadi bahasa dengan penutur nomor 10 terbanyak di dunia. Bahkan, diduga bahasa Jawa lebih banyak digunakan daripada bahasa Indonesia. Hal ini berdasar penelitian pada tahun 2000 dimana bahasa Jawa digunakan oleh 85 juta jiwa sementara bahasa Indonesia hanya 77 juta jiwa.

Banyak digunakan, bahkan hingga luar negeri (youtube.com)

Nggak cuma digunakan di dalam negeri, bahasa Jawa juga digunakan di luar negeri. Sebut saja salah satunya Suriname, penduduk negara ini menggunakan bahasa Jawa. Hal ini dimulai sejak migrasi besar-besaran suku Jawa pada masa penjajahan Belanda. Selain Suriname, kamu juga bisa menemukan bahasa Jawa di Belanda, Nouvelle Celedonie, Cocos Island, Malaysia dan Singapura.

2. Kaya akan logat dan dialek

Tak hanya banyak digunakan, bahasa Jawa juga memiliki banyak logat dan juga dialek yang khas di masing-masing daerahnya. Meskipun sama-sama menggunakan bahasa Jawa, logat dan dialek masing-masing orang belum tentu sama. Misalnya saja penduduk Jawa Tengah memiliki dialek berbeda dari penduduk Jawa Timur yang lebih kasar.

Kaya akan logat dan dialek (The Lost Ark – blogger)

Bahasa Jawa yang dipakai di Surakarta maupun Yogyakarta termasuk bahasa Jawa standart yang sering diajarka. Dialeknya serupa dengan dialek mataraman. Sementara Banten, Serang dan Cilegon punya ciri khas dalam menuturkan huruf “e”, misalnya “kula” (saya) dibaca “kule” atau “pira” (berapa) dibaca “pire”. Sementara penduduk Tegal dan Banyumas sangat terkenal dengan logat dan dialek ngapaknya yang bahkan mendunia.

3. Memiliki level tertentu sebagai tanda penghormatan

Yang akan membuatmu lebih bangga, bahasa Jawa memiliki level atau tingkatan dalam bahasanya yang sering digunakan untuk menghormati orang yang lebih tua. Ada 4 tingkatan yaitu ngoko (kasar), madya (biasa), krama (halus), dan krama inggil (halus sekali). Penggunaannya tergantung dengan siapa kamu berbicara. Biasanya sih menggunakan usia sebagai patokan.

Memiliki level tertentu sebagai tanda penghormatan (sdwijosusastro.files.wordpress.com)

Misalnya kamu hanya perlu bicara ngoko dengan teman sebaya dan krama inggil digunakan saat bicara dengan orang yang jauh lebih tua. Contohnya saja pertanyaan “kowe wis mangan?” (kamu sudah makan?) hanya bisa kamu tujukan kepada teman sebaya atau yang lebih muda. Sementara untuk orang tua kamu harus menggunakan krama inggil seperti “panjenengan sampun dhahar?”. Belajar bahasa Jawa dengan 4 level sama saja kamu mempelajari 4 bahasa sekaligus.

4. Punya banyak turunan kata

Dibandingkan dengan bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, bahasa Jawa memiliki kosakata yang lebih kaya. Misalnya saja untuk menyebut satu kata kerja, bahasa Jawa punya banyak kata untuk menjelaskannya dari berbagai sudut pandang. Dalam bahasa Indonesia kata “jatuh” sudah mewakili banyak sudut pandang, entah itu jatuh macam apapun. Sementara dalam bahasa Jawa kata ‘jatuh’ memiliki banyak kata tergantung bagaimana posisi jatuhnya.

Banyak turunan kata (boombastis.com)

Misalnya saja jatuh dari belakang disebut ‘nggeblak’, jatuh dari atas ‘ceblok’, jatuh ke depan ‘nyungsep’, jatuh terlempar ‘njungkel’ atau jatuh tersandung disebut ‘njlungup’. Keanekaragaan kosakata dalam bahasa Jawa ini berfungsi untuk menjelaskan suatu keadaan dengan lebih spesifik. Bisakah kamu jelaskan kata ‘kunduran’ dalam bahasa Indonesia?

5. Bahasa Jawa tersedia di Google Translate

Kamu pasti sudah tak asing dengan mesin penerjemah Google Translate. Diantara sekian bahasa dari berbagai negara yang tersedia, ternyata kamu bisa menemukan bahasa Jawa diantaranya. Layanan bahasa Jawa ini dirilis Google sejak 24 Mei 2013 untuk memfasilitasi 85 juta masyarakat Indonesia yang menggunakannya. Pada awal dirilis, Google Translate Bahasa Jawa masih dalam tahap pengembangan sehingga belum stara dengan kualitas terjemahan bahasa lainnya.

google bahasa jawa (jawapinter – blogger)

Bukan tanpa alasan, pihak Google sudah melakukan riset sebelum memasang bahasa Jawa di mesin penerjemah mereka. Menurut Google, bahasa Jawa sudah menjadi tren tersendiri di mesin pencari Google. Dengan adanya layanan ini, diharapkan bisa memudahkan siapa saja yang ingin belajar bahasa Jawa.

Kenyataannya, bahasa Jawa memang sungguh mengagumkan! Apalagi ditambah fakta-fakta di atas. Sebagai orang Jawa kamu harus bangga dan ikut serta menjaga kelestarian bahasa Jawa agar warisan nenek moyang ini tetap bertahan hingga anak cucumu kelak.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

“You can if you think you can”

5 Hal yang Harus Kamu Ketahui dari Pasangan yang Hobi Pamerin Keromantisan di Medsos

Sebelum Menikah, Sebaiknya Kamu Pacaran Minimal 12 Kali