5 Fakta Dibalik Bangkrutnya Vans Indonesia yang Harus Diketahui Pecinta Sneakers

#savevansindonesia

Bagi kamu yang menggemari sneakers, pastinya nggak asing lagi dengan merek Vans. Brand dengan slogan terkenal Off the Wall ini terpaksa menutup seluruh gerainya di Indonesia karena dinyatakan bangkrut. Hal ini memicu netizen untuk ramai-ramai mencuitkan tagar #savevansindonesia beberapa waktu lalu.

Tapi jangan salah, bukan Vans-nya yang bangkrut, melainkan PT Gagan Indonesia selaku distributor resmi Vans di Indonesialah yang bangkrut. Jadi, masih ada kemungkinan besar untuk Vans kembali hadir di Indonesia melalui jalur resmi. Buat kamu yang penasaran tentang fakta dibalik bangkrutnya distributor Vans ini, langsung baca tuntas artikel ini!

1. Hutang menumpuk

PT Gagan Indonesia kalah di pengadilan dan harus menerima dinyatakan pailit – viva.id

PT Gagan Indonesia dinyatakan pailit atau bangkrut oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat karena tak menemui kesepakatan antara pihaknya dengan pihak kreditur mengenai Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Asal tahu aja, besaran hutang PT Gagan Indonesia nggak main-main, yakni mencapai Rp 273,69 M!

2. Gerai resmi kalah bersaing

Vans Indonesia dianggap kalah bersaing dengan reseller, online shop hingga penjual produk palsu – keyshop-online.blogspot.co.id

Tak hanya perkara hutang, salah satu faktor yang menyebabkan Vans Indonesia terpaksa tutup adalah karena gerai resmi Vans di Indonesia kalah bersaing dengan toko-toko reseller, online shop hingga makin banyaknya penjual produk palsu.

3. Tak hanya menjadi distributor resmi Vans, tapi juga beberapa merek terkenal lainnya

Selain Vans, PT Gagan Indonesia juga menjadi distributor Quiksilver dan Adidas – qerja.com

Selama ini, PT. Gagan Indonesia juga dikenal sebagai distributor dari Adidas dan Quicksilver. Selain itu, mereka juga memegang merek Bebe, Ted Baker dan Promod.

4. Kurang merangkul komunitas

Vans Warped Tour sukses merangkul komunitas maupun kultur budaya anak muda – www.tickpick.com

Di luar negeri, Vans sukses menjadi salah satu merek sneakers idola remaja karena kuatnya cengkeraman Vans pada komunitas maupun kultur yang tengah digandrungi remaja. Misalkan saja, Vans menjadi sponsor gelaran Vans Warped Tour yang merupakan salah satu festival musik terbesar di Amerika Serikat, hingga menjadi sponsor bagi acara-acara skateboarding. Di Indonesia, hal itu jarang terjadi. Padahal, penggemar produk Vans di Indonesia terbilang besar.

5. Tutup Sementara

Pengumuman resmi dari Vans Indonesia – instagram.com/vans.indo

Meskipun sempat tutup, namun melalui akun Instagram resmi Vans Indonesia, mereka mengatakan kalau tutupnya gerai Vans di Indonesia bersifat sementara. Mereka mengucapkan permohonan maafnya sekaligus berterimakasih karena selalu mensuport Vans.

Semoga kasus ini segera selesai dan Vans bisa kembali beroperasi di Indonesia. Males juga kan kalau harus beli produk kw?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Nggak Selalu Mahal, 5 Drone Ini Bisa Kamu Beli dengan Harga Kurang dari Rp 3 Juta

Biar Nggak Ketipu, Inilah Ciri Media Abal-abal yang Sering Menebar Berita Palsu