Siapa Sangka, 5 Alasan yang Terdengar Sepele Ini Bisa Jadi Penyebab Perceraian

Mulai dari jarak tempat kerja yang jauh hingga tidak punya hormon cinta

163
SHARES

Bagi kebanyakan orang, menikah adalah sesuatu yang diidam-idamkan. Meski begitu, banyak pula yang tidak paham bagaimana menjalani kehidupan pernikahan. Sebuah pernikahan melibatkan dua orang, dua pikiran, dua tubuh dan dua perasaan yang berbeda. Kalau tidak kompak, salah-salah pernikahan bisa kandas dan berbuntut perceraian.

Tak hanya itu, terkadang sebuah perceraian juga bisa timbul karena sebab-musabab yang sepele. Jadi perlu digarisbawahi, apapun masalah yang timbul di sebuah kehidupan pernikahan, segeralah menyelesaikannya. Jangan dipendam hingga jadi bom waktu yang bisa meledak setiap saat. Berikut ini ada beberapa hal yang mungkin terkesan sepele namun bisa jadi pemicu perceraian. Jika kamu mengalami salah satunya, segeralah cari penyelesaiannya.

1. Jarak dan waktu tempuh yang terlalu lama ke tempat kerja

Sebuah studi menarik tentang perceraian dipublikasikan pada jurnal Urban Studies pada 2013 lalu di Swedia. Hasilnya, saat kamu membutuhkan waktu selama 45 menit atau lebih untuk menuju tempat kerja, apapun alasannya, maka kamu memiliki kecenderungan untuk mengalami perceraian. Hasil tersebut didapatkan dari responden yang seluruhnya warga Swedia dan selama kurang lebih 10 tahun membutuhkan waktu tempuh ke kantor yang terlalu lama. Pasangan yang memiliki kriteria seperti ini lebih rentan bercerai dengan prosentase mencapai 14 persen, atau lebih tingi dari pasangan yang bekerja lebih dekat dari rumah (10 persen).

Jarak dan waktu tempuh yang lama menuju tempat kerja bisa jadi sumber perceraian – huffpost.com

Besar kemungkinan, jarak yang terlampau jauh membuat salah satu atau kedua pasangan merasa lelah saat tiba di rumah sehingga bisa jadi timbul permasalahan karena kurangnya komunikasi. Gimana bisa komunikasi, kalau sampai rumah langsung capek dan bawaannya pengen tidur saja? Kadang kelelahan juga bisa memicu emosi berlebih sehingga kerap menanggapi sesuatu secara emosional.

2. Pengaruh teman

Manusia memang makhluk sosial, tapi jangan sampai karena saking sosialnya, kamu jadi terpengaruh pada apa yang terjadi di kehidupan temanmu, termasuk urusan rumah tangga. Masalahnya, menurut sebuah penelitian di jurnal Social Forces, kamu mempunyai kecenderungan hingga 75 persen untuk bercerai kalau ada teman-temanmu, keluarga atau sahabat dekat yang bercerai.

Meski terdengar aneh, namun perceraian juga bisa timbul karena terpengaruh oleh teman yang bercerai – hbo.com

Masih dari penelitian yang sama, sekitar 33 persen partisipan cenderung bercerai apabila teman dari temannya bercerai. Gawat juga ya? Meski begitu, kamu tidak perlu mengambil langkah ekstrem dan menjauhi teman-teman yang rumah tangganya bermasalah. Pasalnya, ada pula hal-hal positif yang juga ditularkan dari kecenderungan meniru teman ini. Saat kamu mencoba untuk turut berperan dalam memperbaiki hubungan rumah tangga teman yang diambang kehancuran, secara otomatis kamu juga akan tersugesti untuk terus memperbaiki hubungan rumah tanggamu sendiri.

3. Istri sakit keras

Menurut riset yang muncul pada Journal of Health and Social Behavior, pernikahan akan cenderung goyah saat istri menderita sakit keras macam stroke, jantung, hingga kanker. Riset yang melibatkan 3.000 hubungan pernikahan pada responden berusia 50 tahun ini juga menunjukkan bahwa pernikahan akan cenderung lebih awet jika suami yang sakit.

Ilustrasi istri sakit –  curhatbidan.com

Hal ini kemungkinan terjadi karena kaum wanita lebih telaten dan sabar dalam merawat pasangan yang sakit. Sementara kaum pria yang dikenal tidak sabaran biasanya kesulitan menghadapi istri yang sakit keras, sehingga cenderung memilih untuk menyudahi pernikahan. Tapi perlu dicatat, tidak semua seperti ini kok.

4. Terlalu adil dalam pembagian tugas rumah tangga

Bagaimanapun juga, pernikahan harus dilandasi cinta yang kuat. Kalau tidak, bisa jadi kamu dan pasangan justru terjebak dalam sebuah hubungan yang sifatnya untung-rugi. Segala sesuatu diperhitungkan secara adil, mulai dari siapa yang bertugas memasak hingga siapa yang membersihkan kamar mandi.

Bukan membagi tugas secara adil, namun kerjakanlah tugas rumah tangga dengan saling melengkapi – huffpost.com

Meski niatnya bagus, ternyata hal ini justru memicu perceraian. Hal ini dikarenakan masing-masing pihak akan merasa hubungannya terlalu kaku dan seperti mitra bisnis. Padahal, hubungan yang sehat justru berhasil jika dibangun dengan sikap spontan, murah hati, keikhlasan dan intim. Jadi mulai sekarang, hentikan kebiasaanmu menolak melakukan pekerjaan yang menurutmu adalah tugas istri. Suami memasak untuk makan siang keluarga tidak membuatmu kehilangan wibawa sebagai suami kok!

5. Tidak punya hormon oksitosin

Meski terdengar aneh, namun hal ini nyata adanya. Para peneliti dari Swedia menemukan adanya varian gen yang dapat berkontribusi pada goyahnya pernikahan hingga perceraian. Laporan penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2013 dalam jurnal Biological Psychiatry itu menyatakan bahwa beberapa wanita membawa permutasi yang mencegah proses oksitosin atau hormon cinta secara benar dan sesuai.

Hormon Oksitosin – wikipedia

Hormon oksitosin diproduksi secara alami oleh tubuh dan menimbulkan perasaan cinta, keterkaitan dengan pasangan, serta kebahagiaan. Saat seorang wanita memiliki varian gen permutasi yang mencegah proses oksitosin, maka ia biasanya sering melajang, atau punya masalah dengan komitmen. Andaikan si wanita menikah, maka sekira 50 persen kemungkinan pernikahannya penuh rintangan.

Bagaimana dengan pernikahanmu? Adakah salah satu dari 5 poin di atas yang kamu alami? Jika iya, segera cari solusinya dan selamatkan pernikahanmu.

163
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~