5 Alasan Penyanyi Jaman Now Lebih Suka Cover Lagu Daripada Menciptakannya Sendiri

Jika dibandingkan dengan musik era 2000an, saat ini perkembangan lagu-lagu baru di Indonesia terbilang cukup stagnan. Lagu-lagu baru tidak seramai pada era tahun 2000an. Saat itu banyak sekali band-band, duo, maupun penyanyi solo yang saling bersaing menggarap lagu dan album.

Namun saat ini, meskipun kehadiran penyanyi baru di jagat permusikan Indonesia masih cukup ramai, namun hal tersebut tidak dibarengi dengan pertumbuhan karya lagu baru. Kebanyakan, penyanyi sekarang lebih memilih menyanyikan ulang lagu yang sudah ada. Baik dengan aransemen baru maupun tidak.

Alasan kenapa penyanyi lebih suka meng-cover lagu (youtube.com)

Istilah yang disebut dengan meng-cover lagu memang sedang ngetrend di kalangan penyanyi kita. Hal ini pun memunculkan banyak kontroversi.

Salah satu kontroversi paling ramai diberbincangkan warganet soal cover lagu ialah ketika penyanyi pendatang baru Hanin dhiya meng-cover laguya Payung Teduh, Akad. Banyak pihak yang beranggapan jika Hanin mengambil keuntungan materi dibalik kepopuleran lagu Akad dengan meng-covernya tanpa izin ke sang pencipta lagu.

Meskipun persoalan ini tidak sampai dibawa ke ranah hukum, namun cukup menarik perhatian banyak warganet loh. Lalu apa sih alasannya penyanyi sekarang lebih menyukai cover lagu orang dibandingkan menciptakan atau mempopulerkan lagu sendiri?

1. Lebih mudah cepat populer dengan “numpang” dari lagu yang sedang populer

Kini siapa saja bisa menjadi populer hanya dengan menyanyikan ulang lagu yang sedang hits, kemudian mengunggahnya di media sosial atau youtube. Alasan inilah yang menjadikan banyak penyanyi lebih menyukai “menumpang” populer dari lagu yang sedang populer.

cover lagu bisa melejitkan nama dalam waktu sekejap (bintang.com)

Sebab biasanya lagu yang sedang populer akan banyak dicari di internet. Kesempatan ini digunakan penyanyi (khususnya penyanyi baru) untuk memperkenalkan dirinya.

2. Cover lagu lebih menghasilkan uang dan modal lebih kecil

Memang berbeda dengan era tahun 2000an yang CD masih menjadi ladang penghasilan musisi maupun penyanyi, saat ini CD tidak lagi menjanjikan untuk mendapatkan keuntungan. Kini penyanyi lebih menargetkan pasar aplikasi musik berbayar.

Tidak perlu repot-repot rekaman mahal, kamu bisa mendapatkan banyak uang dari cover lagu (brilio.com)

Selain itu, penyanyi juga bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah dari video musik yang mereka unggah di youtube. Inilah yang menjadi kesempatan penyanyi lain untuk meraup keuntungan. Dengan menyanyikan ulang lagu yang sedang populer dan mengunggahnya di youtube. Penyanyi tukang cover tersebut bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah yang cukup besar loh.

3. Tidak perlu pusing menciptakan dan mempromosikan lagu

Alasan penyanyi sekarang lebih suke cover dibandingkan dengan menciptakan lagu sendiri ialah, karena jika menciptakan lagu sendiri, prosesnya akan panjang. Mulai dari berfikir konsep lagu, aransemennya, hingga liriknya. Jika lagu sudah jadi, kini dia akan dipusingkan dengan kegiatan mempromosikan lagunya agar dikenal khalayak.

Menciptakan lagu itu susah, jangan, kau tidak akan kuat (yusriltakeuchi.blogspot.co.id)

Nahasnya lagi, proses yang panjang tersebut tidak menjamin lagunya bisa meledak di pasaran. Banyak juga musisi yang sudah mengeluarkan banyak uang, tenaga, dan fikiran, namun lagunya tidak begitu mendapatkan respon baik dari masyarakat.

Inilah kenapa kemudian banyak penyanyi yang memilih untuk meng-cover lagu yang sudah populer. Ibarat kata orang, dia tidak perlu pusing dengan segala hal, lagu sudah populer. Dia tinggal ikut meramaikannya saja.

4. Masih longgarnya undang-undang yang melarang cover lagu orang lain di Indonesia

Meng-cover lagu orang lain memang sangat menggiurkan dan menguntungkan, baik secara finansial maupun untuk mendongkrak nama artis. Dibalik banyaknya keuntungan dari meng-cover lagu orang, masih banyak musisi pencipta lagu yang kurang sadar jukum terhadap undang-undang yang mengatur hal ini (cover lagu). Jadi tidak heran jika kegiatan meng-cover lagu masih “bebas”.

Coba kalau cover lagu dianggap plagiat (youtube.com)

Sebenarnya seorang musisi pencipta lagu bisa menggugat penyanyi yang melakukan cover lagu, jika ia tidak izin sebelumnya, atau merubah lirik, atau sebagian lagu sehingga berubah dari lagu aslinya.

Soal royalti, seharusnya pencipta juga berhak mendapatkan royalti dari hasil lagunya yang dinyanyikan ulang oleh orang lain. Tapi lagi-lagi mereka tidak begitu mempersoalkan dalam hal ini.

5. Mengikuti selera pasar

Alasan selanjutnya kenapa penyanyi jaman now lebih suka cover lagu dibandingkan dengan menciptakannya sendiri, ialah karena mereka mengikuti selera pasar. Pasar musik di Indonesia saat ini memang seleranya susah ditebak, terbukti dari beberapa genre lagu berbeda sempat booming di Indonesia. Dari lagu despacito, lagu dangdut, bojo galak dan jaran goyang, sampai lagu unik eta terangkanlah.

Pasar maunya apa, ya disitu ada uang dan popularitas (indonesiashow.biz)

Para penyanyi tentu tidak ingin menyia-nyiakan boomingnya suatu lagu dipasaran untuk mendongkrak namanya dan mendapatkan keuntungan.

Itulah 5 alasan kenapa penyanyi sekarang lebih memilih cover lagu dibandingkan menciptakan atau mempopulerkannya sendiri. Ada pendapat lain? Tambahkan di kolom komentar guys.

 

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *