4 Risiko yang Akan Dihadapi Pria Ketika Mencintai Anak Sulung

Anak sulung memang menarik, tapi…

Menjadi anak sulung dalam keluarga bisa dibilang sebuah anugerah. Menjadi yang pertama dinantikan orang tua sehingga berkelimpahan cinta dan kasih sayang. Pun bisa tumbuh menjadi sosok yang bertanggung jawab serta bisa diandalkan. Namun menjadi anak sulung apalagi bagi wanita, ada suka duka yang harus dilalui dengan tidak mudah.

Suka duka tersebut pula yang harus dipahami kamu, pria yang mencintainya kelak. Tidak seperti si bungsu yang sifatnya lucu, menjalin hubungan dengan anak pertama penuh risiko yang harus dihadapi. Apa saja?

Menjadi pengasuh bagi adik-adiknya

Menjadi anak pertama dengan beberapa adik tentu tak mudah. Sulung harus selalu siap menggantikan peran orang tua untuk mengasuh bungsu ketika ayah ibu sibuk. Sebagai pasangan, kamu tentu harus mengerti bahkan siap membantu.

Menjadi pengasuh bagi adik-adiknya (Jessica Wald Photography)

Bahkan di satu kesempatan dia mungkin akan membawa serta adiknya ketika jalan denganmu. Jangan mengeluh jika terkadang kencan gagal karena si sulung memilih mengurus si bungsu. Ini semata-mata karena tanggung jawabnya yang terlampau besar sebagai kakak.

Karena seorang pemikir yang ulung, dia jadi rentan stres

Pasangan kamu yang anak sulung itu, selalu berpikir tentang apa saja. Otaknya penuh dengan berbagai macam hal, dari yang penting hingga sepele. Dia adalah tipe pemikir yang ulung dan selalu menginginkan yang terbaik dalam setiap usahanya. Keren memang, tapi di satu sisi anak pertama rentan terkena stres.

Karena seorang pemikir yang ulung, dia jadi rentan stres (earnspendlive.com)

Ini salah satu risiko yang harus kamu hadapi. Pikirkan cara untuk membantu menghilangkan stres atau setidaknya mengurangi bebannya. Jangan malah membuatnya makin tertekan.

Dia senang “memimpin”

Anak pertama biasanya lahir dengan sikap pemimpin yang menonjol. Apalagi dalam pergaulan sosial, sulung bisa memimpin orang lain dengan lebih baik. Mengarahkan mana yang harus dilakukan dan tidak serta memberi masukan jika dibutuhkan.

Dia senang “memimpin” (glamour.com)

Menjalin hubungan dengannya, kamu jadi bisa lebih terarah serta terbantu dalam pengambilan keputusan. Meski begitu dalam beberapa kesempatan dia ingin memimpin dan tak mau kalah. Anak sulung juga pandai beragumentasi dan membuatmu tak berkutik dengan kata-katanya.

Menjadi anak pertama membuatnya lebih dewasa

Biasanya anak pertama “terpaksa” dewasa lebih dini demi ikut menjaga keharmonisan keluarga dan orang tua. Masa yang paling berat ketika memiliki adik untuk pertama kali, sulung harus rela kasih sayang orang tuanya terbagi. Pun mau tak mau dia harus selalu bersikap baik demi menjadi contoh teladan bagi sang adik. Kebiasaan tersebut mendorongnya jadi dewasa meski usia masih muda.

Menjadi anak pertama membuatnya lebih dewasa (rd.com)

Jangan heran kalau dia lebih dewasa dari yang kamu duga. Pola pikir dan sikap bisa jadi lebih baik dari pada kamu. Anak sulung bisa diandalkan serta terbiasa memikul tanggung jawab besar. Dalam hubungan pun dia bisa diberi kepercayaan.

Itulah beberapa risiko pacaran dengan anak sulung perempuan. Jadi, mau tetap lanjut atau udahan?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *