Waspada! Nih 4 Modus Kecurangan SPBU yang Sering Merugikan Pelanggan

Sebagai konsumen, kita perlu teliti dan cermat agar tidak dirugikan

Sebagai salah satu kebutuhan umum di masyarakat, sudah bukan rahasia lagi jika Bahan Bakar Minyak (BBM) sering menjadi ‘perhatian khusus’ para oknum tak bertanggung jawab yang ingin mencari untung.

Selain ditimbun oleh para spekulan, terkadang ada juga SPBU nakal yang sengaja melakukan kecurangan guna memperoleh keuntungan. Untuk mewaspadai hal-hal yang merugikan, kamu perlu memahami modus-modus apa saja yang biasa dilakukan itu.

1. Tuas selang pengisi BBM yang dicurangi

Salah satu modus yang sering disebutkan adalah mencurangi tuas selang pengisi BBM dengan mengatur ritme kecepatan pengisiannya. Secara logika, jika tuas ditekan untuk mendapatkan kecepatan yang lebih besar, maka BBM akan mengucur lebih deras dan argo berputar lebih kencang.

Konon oknum nakal di SPBU mengatur ritme kecepatan selang untuk mencurangi konsumen (eksplorasi.id)

Tapi konon, makin kencang BBM mengucur, maka yang keluar adalah BBM bercampur angin sehingga jumlah bahan bakar yang keluar tak sebanding dengan uang yang diberikan. Meski Pertamina mengatakan bahwa kecepatan tidak berpengaruh dengan jumlah bahan bakar yang keluar, ada baiknya kalau kita tetap meminta petugas menggunakan kecepatan paling lambat saat mengisi bahan bakar.

2. Meteran argo yang meloncat

Argo SPBU perlu untuk kita perhatikan dengan cermat agar tidak tertipu (sumber-akuka.blogspot.com)

Modus ini pernah jadi pemberitaan hangat beberapa tahun lalu. Saat itu, diketahui ada beberapa SPBU yang mengakali meteran argo sehingga bisa loncat nominal. Misalkan saja dari angka Rp80 ribu langsung ke Rp100 ribu. Ini tentu merugikan bagi konsumen yang kebetulan tidak mengawasi argonya. Oleh karena itu, sebaiknya kamu selalu mengawasi meteran argo setiap kali mengisi BBM. Jika merasa ada yang janggal, tak perlu ragu untuk menanyakannya pada si petugas, atau bahkan manajer SPBU.

3. Memodifikasi mesin

Flow meter yang merupakan indikator jumlah BBM keluar dari selang ke tangki menjadi salah satu hal yang sering menjadi sasaran modifikasi oleh SPBU nakal. Untuk bisa mengotak-atiknya tentu tidak sembarangan, karena sudah berhubungan dengan bagian dalam mesin.

SPBU nakal ada yang sengaja memodifikasi mesin agar mendapat untung (youtube.com)

Kalau sudah begini, maka kita seolah tidak menemukan kejanggalan karena semua terlihat normal. Tapi tetap saja, BBM yang didapatkan tidak sesuai dengan harga yang sudah kita bayar. Jika ada SPBU yang melakukan hal semacam ini, maka harapan kita hanya ada pada Pertamina, karena mereka lah yang punya wewenang untuk memeriksa secara berkala tentang akurasi mesin dan menindak yang curang.

4. Hacking

Metode yang satu ini mungkin adalah yang paling tinggi tingkatannya dalam hal kecurangan. Betapa tidak, cara kerjanya adalah menggunakan alat yang bisa dikendalikan dari jarak jauh dengan tujuan untuk mengurangi takaran dari yang semestinya.

Alat canggih yang digunakan oleh SPBU Rempoa untuk mencurangi konsumen (liputan6)

Dengan mekanisme yang cukup susah dan ribet, SPBU di Rempoa, Jakarta adalah salah satu yang ketahuan pernah menggunakannya. Pihak kepolisian dan Pertamina sampai tak habis pikir lagi karena cara ini sudah terlalu canggih. Sama seperti poin ketiga di atas, kita hanya bisa pasrah mempercayakan pada pihak berwenang untuk memeriksa apakah ada SPBU yang menggunakan alat ini atau tidak.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *