4 Gaya Pacaran Ala Remaja yang Bikin ‘Jijik’ Orang Dewasa

Hih!

714
SHARES

Semakin hari sepertinya anak muda di negeri ini kian berkurang kesadarannya bahwasanya dia tinggal di negeri yang memegang teguh adat kesopanan. Bukan hanya pergaulannya saja yang sudah kebarat-baratan, kebiasaan mereka dalam menjalin hubungan cinta juga mulai kebablasan. Apalagi di usia yang terbilang sangat belia. Usia dimana seharusnya mereka belajar dan bermain, bukannya pacaran.

gaya pacaran anak jaman sekarang (youtube.com)

Sudah banyak kasus tentang kebiasaan pacaran anak muda jaman sekarang yang bikin orang dewasa ngelus dada. Mereka seringkali melakukan hal-hal yang menurutnya romantis, tapi sebenarnya “menjijikkan” di mata orang dewasa. Nah berikut ini adalah hal-hal yang sering dilakukan anak remaja saat mereka pacaran. Kalau kamu jadi salah satunya, tolong hentikan sekarang juga!

1. Panggilan layaknya pasangan suami istri

“Bun, ayah mau main dulu ya sama temen-temen di lapangan komplek”
“Ih kok ayah malah main sih? Katanya mau kerumah bunda ngerjain PR bareng”
“Oh iya lupa, nanti aja deh bun abis main bola ya”

“Dasar ayah nggak peka!”

Panggilan layaknya pasangan suami istri (youtube.com)

Iya, mungkin percakapan di atas menjadi salah satu contoh betapa panggilan ayah-bunda sudah bukan milik pasutri saja. Yang lebih mengherankan lagi, mereka yang menggunakan panggilan ini masih berseragam sekolah. Miris memang, tapi inilah kenyataannya sekarang.

Panggilan ini seharusnya hanya milik pasangan yang sudah menikah, apalagi yang sudah punya anak. Dirasa sangat kelewat batas jika yang menggunakannya masih belum mengucap ijab kabul, apalagi statusnya masih pelajar. Mungkin panggilan ini juga yang menjadi penyebab banyaknya kasus hamil di luar nikah.

2. Bermesraan yang kelewat batas

Nggak cuma panggilan aja yang kelewat romantis, kebiasaan lain yang cukup menggelikan adalah saat mereka bermesraan di muka umum. Mungkin kamu sering menjumpai remaja tanggung yang sedang gandengan tangan di taman kota, menyandarkan kepala di bahu pasangan di tempat umum, hingga mojok di tempat yang tak terlihat.

Bermesraan yang kelewat batas (rancahpost.co.id)

Padahal, pasangan yang sudah menikah justru jarang memperlihatkan kemesraan macam ini. Kebiasaan yang sudah melanggar etika ini nyatanya masih saja dibiarkan sampai sekarang. Bahkan saking kelewatannya, beberapa remaja sudah berani mencium pasangannya hingga pegang-pegang seenaknya.

3. Ungkapan cinta melalui sosmed

Rasa cinta dan keromantisan ini tak hanya dilakukan di dunia nyata saja, namun juga di dunia maya. Sudah banyak status ungkapan cinta di Facebook hingga foto -sok- romantis di Instagram yang kadang bikin orang dewasa geram. Tapi inilah faktanya, kebiasaan ini sudah menjadi budaya bagi kaum remaja.

Ungkapan lewat sosmed (youtube.com)

Tak hanya pesan cinta, pasangan remaja yang sedang bertengkar-pun tak jarang meluapkan perasaannya melalui sosmed. Jika sudah begini, aksi sindir menyindir sudah tak bisa dihindari lagi. Nggak sedikit juga remaja yang memasang status ‘Bertunangan’ maupun ‘Menikah’ di Facebook padahal mereka masih bau kencur.

4. Perayaan momen penting yang “nggak penting” banget

Beberapa waktu lalu, netizen sempat dihebohkan dengan salah satu status di sosmed tentang peringatan hari jadian. Yang bikin netizen geleng-geleng kepala, status ini diunggah oleh seorang anak yang statusnya masih pelajar Sekolah Dasar. Yang lebih mengejutkan, anak ini memberi ucapan kepada pasangannya yang baru dipacarinya selama satu minggu.

Perayaan momen penting yang “nggak penting” banget (idntimes.com)

Tak hanya itu, banyak juga remaja yang memamerkan kemesraan saat hari jadinya agar lebih berkesan. Mulai dari memberi hadiah, traktir makan, hingga memberi kejutan di dalam kamar. Oke, mungkin bagi mereka momen ini sangat penting hingga perlu dirayakan semeriah mungkin. Tapi bagi orang dewasa, merayakan 3,4,5 bulan jadian menjadi hal “nggak penting”, kecuali bagi yang sudah menikah.

Dan itulah sekian gaya pacaran yang -seharusnya- tidak boleh dilakukan, apalagi untuk remaja. Miris dan prihatin ketika orang dewasa melihatnya. Ketika diingatkan, banyak sekali alasan untuk mengelak. Tapi jika dibiarkan, mau jadi apa generasi muda di masa depan?

714
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Author Erinda

"You can if you think you can"