4 Fase Remaja dan Apa yang Paling Mereka Butuhkan dari Orang Tua

Ini, sangat penting buat kamu yang bercita-cita jadi orang tua yang baik

167
SHARES

Remaja. Ya, inilah masa transisi seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa dimana sering terjadi gesekan dengan orang tua. Orang tua sering merasa khawatir, ingin berdiskusi, dan ingin mendekati agar bisa memahami anak remajanya. Namun, pada kenyataannya, mendekati remaja adalah perkara yang tak semudah membalikkan telapak tangan.

Kenyataannya, mendekati anak yang sudah menginjak remaja itu tak semudah membalikkan telapak tangan. | rockingmama.id

Makanya, banyak orang tua yang merasa anaknya justru menutup diri dan menjauh. Padahal sebenarnya, dia benar-benar membutuhkan bimbingan, dukungan, contoh, serta pengertian untuk bisa melewati masa-masa rawan dalam perkembangan hidupnya.

Agar kamu sebagai orang tua tidak bingung menghadapi situasi sulit ini, dan agar kamu bisa memahami apa yang dibutuhkan anak remajamu, sangat penting untuk memahami perkembangan intelektual, sosial, dan keterampilan emosi remaja dalam beberapa tingkat usia.

Usia 11-12 tahun

Ini adalah masa dimana anak cenderung mengalami kemunduran dalam beberapa ketrampilan dasar. Penyebabnya adalah bagian otak yang bertanggung jawab pada prospektif memori, atau ingatan tentang ‘apa yang seharusnya dilakukan pada masa yang akan datang’ masih dalam tahap perkembangan. Inilah yang menyebabkan dia terlihat tidak tahu apa-apa atau sering lupa.

Untuk menghadapinya, kamu bisa membantu dan membimbingnya untuk meningkatkan ketrampilan berorganisasi. Misalnya, dengan terus menerus mengingatkan dia pada tanggung jawab harian di rumah seperti menaruh baju kotor pada tempatnya, membereskan kamarnya, atau mengingatkan jadwal lesnya.

Sangat penting untuk memberikan bimbingan pada anak di usia 11-12 tahun. | jaimesmayhew.com

Selain itu, kamu juga bisa mendorongnya untuk mengambil keputusan yang baik, berpikir melalui pro dan kontra, serta melihat suatu masalah dari sudut pandang yang lain. Dengan terus bersikap hangat dan bersahabat, kamu bisa mempengaruhi perkembangan otak anakmu pada rentang usia ini.

Usia 13-14 tahun

Memasuki usia ini, anak akan menjadi lebih emosional. Karena itu, kamu harus mempersiapkan diri untuk menghadapi anakmu yang tiba-tiba sangat sensitif terhadap pendapat teman-temannya dan mulai bereaksi keras melawanmu. Dan perlu digarisbawahi bahwa, tekanan sosial dari teman bisa membuat anak usia 11-15 tahun merasa sangat sedih dan cemas.

Karena itu, kamu bisa mengajarkan dan memberi contoh ketrampilan untuk menenangkan diri seperti meditasi, berolahraga, dan mendengarkan musik. Kamu juga bisa membimbingnya untuk meningkatkan ketrampilan bersosial, termasuk bagaimana cara membaca ekspresi dan bahasa tubuh.

Di usia 13-14 tahun, ajari anak untuk menenangkan diri dan membaca ekspresi. | amazonaws.com

Dorong dia untuk memilih teman berdasarkan kesamaan minat, bukan popularitas. Bujuk dia untuk meninggalkan teman yang tidak baik. Juga, ajari dia untuk meminta maaf dan memperbaiki pertemanan setelah terjadi perselisihan, dan belajar berkompromi.

Usia 15-16 tahun

Inilah masa krusial di mana anak cenderung melakukan perbuatan yang berbahaya. Hal ini disebabkan karena dopamine, yang merupakan neurotransmitter yang berhubungan dengan perasaan senang dan puas sedang meningkat drastis.

Inilah mengapa anak usia 15-16 tahun cenderung tidak memiliki rasa takut. Dia sering gagal menilai situasi yang beresiko, bahkan setelah diberi peringatan bahwa bahaya itu lebih besar dari yang dia bayangkan sekali pun.

Tidak memiliki rasa takut adalah sikap yang cenderung dimiliki anak usia 15-16 tahun. | hacerfamilia.es

Kemampuan anak untuk bergaul dan mempertahankan teman-teman yang baik sangat diperlukan pada usia ini. Dia yang berada di lingkungan teman-teman yang suportif dan baik, cenderung tidak melakukan perbuatan yang merugikan, seperti mengutil, berkendara tanpa pendamping dewasa, hingga melakukan hubungan seks bebas.

Anak yang tumbuh di tengah kehangatan keluarga dan dukungan orang tua memperlihatkan kecenderungan untuk tidak melakukan perbuatan beresiko tinggi. Karena itu, kamu sebagai orang tua harus bisa memberikan kedua hal ini.

Usia 17-18 tahun

Di rentang usia ini, bagian dari korteks prefrontal pada otak yang bertanggung jawab pada penilaian dan pengambilan keputusan berkembang cukup baik untuk menyediakan rem bagi emosi dan perbuatan yang berisiko. Keterampilan memecahkan masalah dan merencanakan strategi berkembang pesat.

Secara intelektual, keuntungan dari adanya kemampuan otak anak untuk berubah dan berkembang terlihat pada fase ini. Beberapa anak di usia 17-18 tahun mampu menunjukkan peningkatan IQ. Dan, anak yang sudah cerdas biasanya bisa menjadi lebih cerdas lagi.

Dia juga sudah lebih baik dalam menunjukkan empati, meskipun kemampuan untuk menguraikan alasan dan sikap orang lain dalam hubungan sosial yang kompleks masih kurang. Karenanya, ketika kamu mau menempatkan diri sejajar dengan anakmu atau mampu berperan sebagai teman, maka dia akan semakin menganggap apa yang kamu lakukan itu sebagai kesempatan baik untuk mendekatkan diri secara emosional.

Secara umum, kemampuan bersosial anak 17-18 tahun masih kurang dan perlu ditingkatkan dengan pendekatan yang baik. | pinterest.com

Mendekati anak remaja bukanlah hal yang menakutkan, sebenarnya. Itu, kalau kamu mau dan mampu memahami dia dengan cara yang seharusnya, dengan menempatkan diri sesuai rentang usianya. Bagaimana pun, kesuksesan remaja menjadi orang dewasa yang baik tidak akan pernah lepas dari kedekatan dan pemahaman orang tuanya.

Silahkan simpan baik-baik tulisan ini untuk dijadikan panduan terbaik ketika kamu sudah menjadi orang tua yang mempunyai anak remaja, suatu hari nanti. Juga, bagikan kepada teman yang saat ini benar-benar membutuhkannya, sekarang juga.

167
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."