Tolak Persepsi “Cantik Itu Putih”, 4 Brand Make Up Ini Dukung Wanita Pede Jadi Diri Sendiri

Karena setiap wanita cantik dengan caranya masing-masing

Hingga saat ini, masih banyak wanita di seluruh dunia yang beranggapan bahwa cantik identik dengan kulit yang putih mulus dan bebas noda, apalagi jerawat dan kerutan-kerutan macam selulit dan lain sebagainya. Entah siapa yang memulai stereotipe semacam itu, namun sekarang sudah waktunya kita mengubah pandangan yang diskriminatif itu.

Tak hanya kita, bahkan empat brand make up ternama ini pun mulai mengajak konsumennya untuk percaya diri, tak peduli apa warna kulitmu dan bagaimana kondisinya. Karena cantik itu universal dan merupakan hak semua wanita, meski berkulit hitam legam sekalipun. Yuk kita dukung kampanye empat brand make up tersebut!

1. Clean and Clear #BanggaDenganWarnaKulitmu

Kampanye Clean and Clear (cewekbanget.grid.id)

Merek yang berada di bawah naungan Johnson & Johnson ini telah sukses menggelar kampanye #BanggaDenganWarnaKulitmu di Indonesia pada 2017 lalu. Kampanye yang bertujuan untuk mengubah pola pikir remaja putri bahwa tampil cantik itu tak berarti harus punya kulit putih ini berhasil mendapat dukungan lebih dari 1 juta orang yang kemudian hasil dari kampanye itu ditampilkan di LED Mal Taman Anggrek, Jakarta. Menurut Clean and Clear, setiap kulit punya hak dan kesempatan yang sama untuk dirawat, jadi para remaja putri tak perlu minder apapun warna kulitnya.

2. Sari Ayu: cantik alami seutuhnya

Dengan sering menggunakan model asli Indonesia, Sari Ayu mencari representasi bagi wanita Asia,
khususnya Indonesia (sariayu.com)

Sebagai brand asal Indonesia, Sari Ayu tentu sadar bahwa wanita Indonesia terdiri dari berbagai warna kulit yang punya nilai eksotis. Jadi, walaupun Sari Ayu tidak secara gamblang menyatakan kampanye menolak stereotipe bahwa cantik itu putih, bisa dibilang Sari Ayu turut mendukung kampanye tersebut dengan sering memakai model asli Indonesia sebagai representasi warna dan jenis kulit ras Asia, khususnya Indonesia.

3. Fenty Beauty, the new generation of beauty

Rihanna mengajak sertaa model-model dengan faktor ‘x’ untuk menjadi bagian dari Fenty Beauty (provoke-online.com)

Brand milik penyanyi kondang Rihanna ini melibatkan seluruh warna kulit dan kultur pada iklan komersialnya. Tidak tanggung-tanggung, Fenty Beauty turut menggandeng beberapa model dengan faktor ‘X’ macam Slick Woods, Halima Aden, dan Duckie Thot untuk menunjukkan keseriusannya dalam mengubah persepsi orang tentang stereotip cantik itu putih dan semacamnya. Ini membuat Fenty Beauty meraih predikat sebagai salah satu inovasi terbaik tahun 2017 dan berhasil meraup keuntungan lebih banyak dari brand sekelas NYX maupun Kylie Cosmetics.

4. Dove “choose ‘beautiful'”

Dove mengajak setiap wanita percaya diri dan meyakini bahwa dirinya juga cantik apapun keadaannya lewat kampanye ‘choose beautiful’ ini (fortune.com)

Dove selalu punya cara unik untuk mengkampanyekan pandangannya mengenai definisi kecantikan. Misalkan saja lewat social experiment yang dilakukan di berbagai tempat umum di banyak negara. Salah satunya dengan membagi pintu masuk mall menjadi dua dengan masing-masing pintu bertuliskan beautiful dan average yang bertujuan membuat para wanita jadi kian percaya diri dan tersugesti untuk meyakini bahwa dirinya pun cantik, karena setiap wanita memang cantik dengan caranya masing-masing.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *