3 Makna Tersembunyi dari Kalimat “Kamu Terlalu Baik”

Kamu termasuk yang mana?

“Kita putus aja ya, kamu terlalu baik buat aku”
“Kamu jadi orang jangan terlalu baik deh, nanti sering disakiti”

Well, setidaknya sekali kamu pasti pernah mendapatkan komentar semacam itu yang intinya mengatakan bahwa kamu adalah manusia yang terlalu baik. Entah komentar tersebut datang dari pacar, teman, sahabat terdekat hingga orang yang belum terlalu kamu kenal.

Kamu terlalu baik (VideoBlocks)

Sekilas komentar tersebut bisa diartikan sebagai pujian, namun cara pengucapan maupun nada bicara terkadang terdengar aneh untuk sebuah pujian. Karena kamu memang orang baik yang pantas mendapatkan kata-kata tersebut, lalu apa yang salah?

Ternyata, ada beberapa arti “tersembunyi” dari kalimat “kamu terlalu baik” yang jarang diketahui. Apa saja sih?

Terlalu sering merasa “nggak enak” sama orang lain

Salah satu alasan kenapa kamu sering dapat komentar ‘terlalu baik’ karena memang kamu baik. Kebaikanmu ini terkadang membuatmu merasa nggak enakan sama orang lain. Kamu sering memberikan bantuan meski kamu tau kamu tidak mampu melakukannya. Satu alasannya, kamu tidak enak jika menolak.

Terlalu sering merasa “nggak enak” sama orang lain (psychologies.co.uk)

Tak ada yang salah kok dengan menolong orang. Hanya saja kamu sering melupakan kemapuanmu menolong orang lain sehingga akhirnya kamu sendiri yang kesulitan. Kebiasaanmu sering menawarkan bantuan ini terkadang membuat orang lain ketergantungan dan keterusan minta tolong sama kamu.

Selalu meng-iya-kan apapun pendapat dan keinginan orang lain

Ini juga hampir sama dengan rasa nggak enakan. Kamu sering sekali meng-iya-kan permintaan atau pendapat orang lain. Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan menolong dan mengiyakan bantuan kepada sesama. Namun kamu juga harus melihat situasi, apakah kamu mampu menolong ataukah pertolongan yang dibutuhkan bertabrakan dengan kepentingan pribadi atau tidak.

Selalu meng-iya-kan apapun pendapat dan keinginan orang lain (Eater)

Kamu juga sering meng-iya-kan pendapat orang lain tentangmu. Hanya karena tak ingin terlibat konflik jika kamu menentang atau mengeluarkan pendapatmu sendiri. Atau mungkin kamu setuju karena tak ingin menyakiti hati orang lain. Alhasil kamu tak bisa menyuarakan pendapat atau melakukan apa yang kamu mau. Terkadang ketika kamu berusaha agar tidak menyakiti orang, kamu sedang berusaha menyakiti diri sendiri.

Membosankan

Makna satu ini biasanya berlaku untuk hubungan asmara. Mungkin kamu sering mendengar alasan putus karena “kamu terlalu baik”? Padahal tidak ada orang yang ingin pacaran dengan orang jahat. Kamu terlalu baik, bukan selalu karena kamu baik. Tapi bisa juga bermakna “kamu membosankan”.

Membosankan (fitinyourdress.com)

Kenapa membosankan? Ini berhubungan dengan dua poin di atas. Apalagi kalau kamu juga tipe yang mudah minta maaf duluan dan sering mengalah, selalu setuju dan nggak bisa nolak pendapat pasangan, atau terlalu pemalu dengan segala hal. Pasangan akan merasa kamu tipe membosankan karena dia tidak tertantang dalam hubungan kalian.

Nah itulah beberapa makna yang harus kamu tau dibalik kalimat “kamu terlalu baik”. Kamu memang baik, sangat baik. Namun jangan biarkan kebaikanmu dimanfaatkan orang lain dan melukai diri sendiri. Karena sebelum baik kepada orang lain, baiklah kepada diri sendiri terlebih dulu.

Jadi, kamu termasuk “terlalu baik” yang mana nih?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *