10 Tulisan Kocak Ini Jadi Bukti Kalau Mudik Nggak Cuma Butuh Ongkos, Tapi Juga Butuh Semangat

Ada juga yang curhat sih

1.6k
SHARES

Mendekati momen Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi, arus mudik mulai terasa. Para perantau berbondong-bondong memadati jalur-jalur utama mudik untuk kembali ke kampung halamannya. Meski peristiwa ini terjadi di setiap tahun, tapi ada yang unik kali ini, khususnya dari para pemudik yang menggunakan motor sebagai kendaraannya.


Keunikan itu berupa tulisan-tulisan yang mereka tempelkan pada barang bawaan maupun bagian belakang motor. Kebanyakan, tulisan tersebut berisi daerah tujuan mudik yang dikombinasikan dengan kalimat-kalimat jenaka. Ulah kreatif para pemotor ini tentu bisa jadi penyegar sekaligus penyemangat bagi diri sendiri maupun para pengguna jalan lainnya saat merasa suntuk di sepanjang perjalanan mudik. Seperti apa sih tulisan-tulisan itu? Yuk kita cek bersama!

1. Kangen anak

mudik demi anak – mudikgratis.com

Terkadang, orangtua terpaksa merantau demi memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, nggak sedikit loh, orangtua yang terpaksa harus berpisah dengan anaknya di kampung halaman. Nah, momen mudik Lebaran pastinya bisa jadi waktu yang tepat untuk berkumpul kembali dengan seluruh anggota keluarga, bukan?

2. Ayo, semangat di perjalanan. Masa kalah sama bapak ini?

Wuih, dari Bandung ke Gunungkidul naik sepeda! – facebook.com/pitung.ijo

Ternyata bukan cuma kendaraan bermotor saja yang jadi sarana transportasi para pemudik. Buktinya, ada seorang bapak bernama Tamin (46), warga Perum Permata Biru Kabupaten Bandung, yang memilih untuk mudik ke Gunungkidul, Yogyakarta, naik sepeda! Menurut Google Maps, jarak Bandung-Gunungkidul bisa ditempuh selama 11 jam 29 menit jika mengendarai mobil. Kalau naik sepeda? 4-5 hari perjalanan! Wuih… salut buat pak Tamin.

3. Mudik patah hati

Mudik patah hati – rancahpost.co.id

Hampir sama dengan pak Tamin, sobat satu ini juga mudik ke Gunungkidul. Bedanya, ia dari Bekasi dan mengendarai sepeda motor. Nggak sekedar bertemu keluarga, misi mudiknya ternyata juga untuk belajar melupakan mantan. Cepat move on ya, bro!

4. Uang bukan jadi halangan

Bukan masalah uangnya, tapi silaturahmi dengan keluarga – pikiran-rakyat.com

Seperti kata tulisan di atas, “Punya uang atau tidak, yang penting mudik”. Karena mudik tak selalu soal ada atau tidaknya uang. Melainkan besarnya keinginan untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

5. Pulang malu, nggak pulang rindu

Nggak usah malu, pulang saja mas! – rancahpost.co.id

Ini agak repot. Keinginan untuk pulang amat besar. Maklum, pasti rindu dengan keluarga. Tapi ada juga rasa malu yang timbul, karena setelah merantau pun masih belum ada yang bisa dibanggakan. Ya sudahlah, cuek saja jalan terus!

6. Nggak bawa menantu buat orangtua

tanpa menantu – rancahpost.co.id

Kalau diartikan, tulisan di atas artinya “maaf ya pak, bu, aku mudik nggak bawa menantu”. Kalau saya yang jadi orangtuanya, ya saya pecat jadi anak. Masa cari istri saja nggak bisa? Hehe bercanda. Nggak apa-apa, nak, yang penting kamu pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apa~

7. Ala tulisan di bak truk Pantura

M? Makan? Minum? Mandi? Apa dong? – rancahpost.co.id

Nah ini.. Tulisan model begini harusnya cuma ada di bak truk Pantura. Tapi kalau mau dipasangkan di pemudik seperti ini ya silahkan saja sih. By the way, kasihan deh mas-nya. Hehehe, nggak apa-apa mas, yang penting ketemu istri!

8. Hati-hati salah tujuan mudik

Fokus mudik dulu, mas. Urusan mantan bisa belakangan – rancahpost.co.id

Entah kenapa, cukup banyak juga pemudik yang susah move on, termasuk dengan pemudik yang satu ini. Mudik ke kampung halaman bisa dicari jalannya via Google Maps, tapi kalau mudik ke hati mantan? Nggak ada yang tahu jalannya mas…

9. Bawa menantu

Hati-hati di jalan, waspadai jomblo-jomblo sirik yang mungkin menghadang di jalan – rancahpost.co.id

Kalau tadi kita banyak menjumpai pemudik yang galau dan susah move on, kali ini ada pemudik yang punya rasa syukur dan percaya diri yang tinggi karena bisa mudik bersama istri. Memang, mudik dengan mengendarai sepeda motor lebih asyik jika ada temannya. Apalagi teman hidup~

10. Anak berbakti yang bijaksana

Anak berbakti ya seperti ini, mau jauh atau dekat merantaunya tetap ingat orangtua – rancahpost.co.id

Kalau diartikan dalam bahasa Indonesia, tulisan bijaksana di atas artinya: “Sejauh-jauhnya pergi, tetap ingat orangtua. Orangtua tidak butuh harta, tapi butuh dikunjungi anaknya”. Bener banget nih. So, buat kamu yang masih ragu untuk mudik karena berbagai alasan, ingatlah bahwa ada orangtua yang menunggumu dengan penuh rindu di kampung halaman.

Nggak usah bilang nggak ada ongkos mudik, karena toh kamu bisa mudik dengan modal semangat dan kaki baja. Iya, gowes naik sepeda seperti pak Tamin saja!

1.6k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~