10 Etika dalam Grup WhatsApp yang Harus Kamu Patuhi Kalau Nggak Mau Dibenci Anggota Lainnya

Dengan etika yang benar, grup WhatsApp-mu akan jauh lebih menyenangkan

Dari sekian banyak aplikasi chat yang ada, rasanya hampir semua orang memiliki aplikasi WhatsApp pada ponsel pintarnya. Aplikasi ini pun mempunyai fitur grup yang bisa digunakan untuk bercakap-cakap secara berkelompok dengan pengguna WhatsApp lainnya yang ada dalam daftar kontak.

Baca juga : Grup WhatsApp Keluarga dan Dilema yang Terkandung di Dalamnya

Meski penggunaan WhatsApp telah dikenal sejak beberapa tahun silam, tapi ternyata masih banyak juga penggunanya yang tak paham etika bersosialisasi dalam WhatsApp, khususnya saat tergabung dalam sebuah grup. Kalau kamu masih sering melakukan hal-hal berikut ini, bukan nggak mungkin kamu bisa dibenci oleh anggota grup lainnya loh!

1. Ngobrol dengan satu orang secara spesifik

Sejak awal, fitur grup sudah jelas ditujukan untuk percakapan sekelompok orang yang punya keterkaitan seperti grup keluarga, grup kantor, grup gank sekolah dan masih banyak lagi. Oleh karenanya, jangan ngonrol di grup dengan satu orang saja secara spesifik. Kalau kamu butuh bercakap-cakap dengan seseorang di dalam grup, gunakanlah jalur pribadi.

Jangan ngobrol dengan satu orang saja jika di dalam grup – lifeware.com

Saat di dalam sebuah grup, lakukanlah pembicaraan yang berkonteks luas dan bisa ditanggapi siapapun. Kalau kamu tetap menggunakannya untuk ngobrol dengan seseorang spesifik, kamu bisa dianggap nyampah dan mengganggu, karena notifikasi muncul berulang-ulang pada semua anggota grup, padahal isi chat cuma kamu tujukan pada salah satu anggota.

2. Jangan asal invite orang ke grup

Pastikan kamu sudah mengkonfirmasi kesediaan orang yang akan diinvite, maupun izin dari admin grup – memudahkan.blogspot.com

Memang menyenangkan saat sebuah grup begitu aktif dan melibatkan seluruh anggotanya. Nggak heran kalau kita lantas ingin menundang lebih banyak lagi orang untuk masuk ke dalam grup. Meski begitu, jangan pernah asal meng-invite seseorang masuk ke dalam grup tanpa persetujuan orang yang akan di-invite. Bisa jadi orang tersebut enggan bergabung karena alasan tertentu. Ada baiknya kamu juga meminta persetujuan anggota grup lainnya saat ingin meng-invite orang lain ke dalam grup, terlebih jika kamu bukanlah satu-satunya admin di dalam grup tersebut.

3. Jangan berdebat

Adakah diantara kalian yang merasa grup WhatsApp lebih memuakkan setelah ada pembahasan mengenai hal-hal tertentu? Biasanya ini terjadi karena ada anggota yang membicarakan (dan mungkin memaksakan) pandangannya akan sesuatu hal ke dalam grup. Selalu ingatkan dirimu sendiri bahwa dalam sebuah grup, ada orang-orang lain yang mungkin tidak setuju dengan pandangan pribadimu.

Hindari berdebat dengan sesama anggota grup – youtube.com

Jadi, hindarkan membahas sesuatu yang bisa memunculkan perdebatan seperti pandangan politik, perbedaan dukungan pada tim sepakbola, agama, dan lainnya. Kalau kamu nekat melakukannya, suasana akan berubah tidak mengenakkan karena masing-masing membela pandangannya sendiri. Belum lagi kalau debat mengerucut dan akhirnya tinggal melibatkan orang-orang tertentu. Anggota yang lain bisa jengah dan malas meneruskan interaksi di grup tersebut.

4. Hindari share pesan berantai, berita nggak penting dan hoax

Bijaklah dalam membagikan tautan atau berita di whatsapp. Pastikan kebenarannya terlebih dahulu – youtube

Banyak orang senang membagikan sebuah berita atau pesan berantai ke dalam grup WhatsApp. Pada mulanya, ini mungkin bukan masalah. Tapi lama kelamaan, kita jadi skeptis sendiri akan kebenaran berita atau pesan-pesan tersebut. Akhirnya, kita jadi malas untuk membaca berita atau pesan yang di share ke dalam grup. Apalagi kalau ada salah satu anggota yang mengetahui keabsahan berita tersebut. Wah, orang yang share beritanya ke dalam grup pun bisa malu kan?

5. Jangan posting disturbing picture

Mengunggah disturbing picture adalah sesuatu yang amat terlarang dilakukan di dalam grup – themodernnomad.com

Oke, kamu mungkin kuat melihat foto korban kecelakaan, pelaku bunuh diri, atau hal-hal seram dan menjijikkan lainnya. Ini tidak lantas menjadikanmu bisa sesukanya membagikan gambar-gambar tersebut ke dalam grup, karena tidak semua orang bisa tahan melihatnya. Meskipun yang kamu lakukan adalah memberi informasi sekalipun, seperti misalkan informasi kecelakaan, jangan pernah menambahkan foto berkategori disturbing picture ke dalamnya.

6. Hindari berjualan di grup

Era media sosial memang memudahkan siapapun mempunyai toko tanpa bangunan fisik. Kamu bisa menjual apa saja, berdagang apa saja, hanya bermodalkan posting di media sosial. Meski begitu, jangan mempromosikan daganganmu di dalam grup, apalagi sampai promo berkali-kali. Ini tentu saja bisa mengganggu kenyamanan anggota lainnya. Kalaupun kamu ingin berjualan via grup, buatlah grup tersendiri yang memang dikhususkan untuk berjualan.

7. Jangan keluar-masuk grup

Jangan keluar-masuk grup terus menerus. Kalau keluar ya keluar saja – grid.id

Ada banyak alasan seseorang keluar dari grup, dan salah satu yang sering ditemui adalah alasan ponselnya sering hang karena dirasa terlalu banyak grup. Setelah ponsel bisa berfungsi normal kembali, lantas ia meminta untuk dimasukkan kembali ke dalam grup. Suatu ketika, ponselnya kembali lemot, dan ia pun mengulang kembali proses keluar-masuk grup. Memang sih, proses re-invite itu mudah, sepele dan cepat. Tapi kalau terjadi berulangkali, siapa sih yang nggak jengkel?

8. Hindari membahas hal yang memicu kecemburuan sosial

Mungkin, sesekali kita ingin juga memamerkan sesuatu ke dalam grup. Tidak ada yang melarang, hanya saja kamu harus selektif dan tahu diri dalam memamerkan sesuatu. Menyombongkan jabatan barumu di perusahaan pada saat banyak rekan grup yang masih menganggur tentu saja menyebalkan. Atau pamer mobil baru yang kamu beli secara tunai? Ayolah, hargai juga kawanmu yang masih berjuang melunasi cicilannya. So, daripada menyinggung perasaan orang lain, mending kamu hindari posting hal-hal semacam ini.

9. Perhatikan tema obrolan

Lebih baik menjadi silent reader jika memang tak paham atau tertarik dengan topik obrolan, daripada arogan dan membuka topik baru saat anggota lain tengah seru bercakap-cakap – lucu.me

Kadang kita melewatkan obrolan di grup karena sedang sibuk mengerjakan kegiatan lain. Saat sudah siap untuk memeriksa yang tengah ramai diperbincangkan di grup, jangan malas untuk scroll kembali percakapan sejak awal mula untuk mencari tahu obrolan apa yang sedang berlangsung. Dengan memperhatikan tema obrolan, kamu juga belajar menghargai percakapan yang berlangsung, apalagi jika topik bahasan tersebut sedang seru-serunya. Kalaupun kamu tidak tertarik pada topik yang dibicarakan, menjadi silent rider sementara waktu juga bisa jadi pilihan, ketimbang nimbrung di obrolan tapi merusak suasana.

10. Pantang melanggar privasi orang lain

Jangan pernah melanggar privasi orang dengan tujuan apapun – magnapars-suitesmilano.it

Kadang kala, kita terpikir untuk membagikan foto atau hal-hal konyol dari salah seorang anggota di grup dengan tujuan ingin mencairkan suasana. Masalahnya, bagaimana kalau orang yang akan menjadi ‘bahan pencair suasana’ itu keberatan? Katakanlah kamu memposting foto aib si A. Grup mungkin akan langsung geger penuh tawa dan canda, namun bagaimana jika si A lantas marah dan kemudian memusuhimu? Atau si A bahkan punya foto aib balasan untukmu yang benar-benar membuatmu malu? Makanya, lebih baik jangan pernah melanggar privasi orang lain jika tidak mau hal-hal kurang mengenakkan terjadi!

Etika-etika tersebut memang tidak tertulis, namun yakinlah bahwa itu adalah kesepakatan bersama yang bersifat tahu-sama tahu. Jadi, cobalah untuk tidak melanggarnya agar grup WhatsApp tidak menjemukan

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Nggak Cuma yang Berpasangan, Jomblo juga Harus Nonton Film Romantis. Ini Alasannya

5 Balasan Chat yang Nandain Kalau Cewekmu Lagi Marah Tingkat Dewa